Kamis, 27 Desember 2018

MENGULAS “THANK YOU FOR SMOKING” : SEBUAH SENI LOBI NEGOSIASI DAN PERSUASI

“THANK YOU FOR SMOKING” : SEBUAH SENI LOBI NEGOSIASI DAN PERSUASI



Thank You For Smoking adalah sebuah film yang menggambarkan seorang pelobi yang amat kuat dalam berargumentasi. Bahkan hingga disegani dan ditakuti para lawannya. Film ini menggambarkan bagaimana seorang pelobi, yang menjadi salah satu praktik kerja seorang humas, yang menunjukkan loyalitas pada pekerjaannya kendati apa yang ia bela dan lawan banyak dipertentangkan masyarakat.
            Film ini menceritakan tentang seorang pelobi atau juru bicara yang mewakili perusahaan rokok. Karirnya begitu mulus bahkan hampir tidak tertandingi. Ide-idenya yang cemerlang terus mengancam usaha senator untuk menciptakan gambaran yang buruk tentang rokok ke masyrakat. Hingga sampai suatu hari, ia dilemma soal anaknya. Bagaimanapun, loyalitas pada perusahaan adalah hal yang penting, namun ia pun tidak rela melihat anaknya tumbuh dengan kecanduan rokok.
            Film Thank You For Smoking menampilkan Nick Naylor sebagai pelobi yang sehari-harinya mengampanyekan tantang merokok sekaligus menghantam setiap himbauan sehat tanpa asap rokok dari senator Amerika. Seni berkomunikasi yang dilakukan Nick sungguh menjelaskan makna dari “the power of word”.
            Dalam menyampaikan argumennya, Nick jelas harus mengenali berbagai data dan informasi yang dipahami dan dikenali masyarakat. dengan mengenali dan mngetahui informasi ia bisa dengan mudah memprediksi pesan dan informasi apa yang kemungkinan publik atau lawan bicaranya katakan, pikirkan, dan mengasumsikan suatu isu. Sehingga, ketika sudah mengenali isu dan pola pikir lawannya, Nick bisa dengan mudah menyusun strategi untuk menguatkan posisi rokok ditengah masyarakat.


            Mulai dari strategi yang paling sederhana, tentang banyak bertukar pikiran dengan kedua rekannya yang mewakili perusahaan senjata api, Bobby Jay dan juga polly yang bekerja untuk alcohol. Beruntungnya, mereka bertiga bekerja untuk tiga perusahaan berbeda namun memilki tingkat ancaman yang serupa. Ketiga industry itu merupakan tiga industry yang dianggap miring ditengah masyrakat. Dari sana, sedikit banyak, Nick mendapatkan berbagai informasi dan strategi.
            Selain dengan melakukan pencarian data melalui diskusi, Nick juga sering mendapatkan informasi dan data dengan cara menunjukkan simpati dan empatinya. Ketika Nick berusaha mempersuasi dan memberikan argumennya, ia berusaha menjadi diri lawan bicaranya. Berpikir dan berkata seolah ia juga berada di posisi lawan bicaranya membuat ia dengan mudah mengenali informasi yang dipikirkan komunikannya.
            Sebagai contohnya ketika ia bersama lelaki Marlboro. Nick berusaha meraasakan apa yang selama ini lelaki itu rasakan selama bertahun-tahun karena ia menganggap dirinya telah dijebak perusahaan rokok. Nick menjaga etikanya saat berbicara, menjaga perasaan hingga memilah kata yang ia rasa tidak akan mengganggu mood dari Lorne Lutch. Setelahnya, ia coba berpikir, bagaimanapun juga sang koboi adalah manusia normal, dan tidak mungkin akan menolak uang yang ada dikopernya. Secara mengejutkan Nick Naylor berbicara seolah ia juga simpati dan merasakan jiwa angkuh dan gengsi yang tak mau di sogok dari seorang Lorne Lutch, Pria di iklan Marlboro. Sampai ia mempraktikan bagaimana Lorne akan bertindak, membuang uangnya… dan Lorne menerima uang tersebut, misi Nick berhasil.
            Atau ketika ia menggambarkan rokok kepada anak-anak. Dimana ia berpikir seperti anak anak dan mengibaratkan rokok sebagai coklat. Anak-anak yang suka colat jelas akan menjawab tidak ketika diberitahu orang tuanya bahwa coklat merupakan makanan tidak enak. Sampai akhirnya merka mencari tahunya sendiri. bahkan ia coba mencengkoki pikiran anak anak dengan kalimat “jadi, daripada menurut saja (pada orang tua), seperti halnya merokok, kalian harus cari tahu sendiri”.
Dengan kepercayaan diri, etika yang ditampilkan dan kekuatan kata-kata yang diucapkan membuat banyak suara dan opini yang tergiring mengikuti suara dan opini dari Nick. Etika yang ia perlihatkan ke publik sungguh menarik perhatian dan menunjukkan wibawa. Ini semakin memperkuat apa yang ikatakan Nick. Seolah meyakinkan publik bahwa dirinya bukanlah orang sembarangan. Memerhatikan komunikasi verbal dan nonverbal merupakan kunci sukses Nick selanjutnya. Etika ketika berdebat dan berkomunikasi ia coba untuk tunjukkan seperti mendengarkan dan menghargai lawan bicaranya hingga kekuatan aura yang muncul dari komunikasi nonverbal melalui gaya berpakaian Nick yang rapih. Dimana dengan seperti itu semakin menguatkan argument Nick Naylor, komposisi yang tepat antara fakta, pemikiran, data, olah kata, dan aura wibawa.
            Dari sana kita dapat melihat bahwa orang akan nyaman mendengarkan Nick berbicara karena Nick memperhatikan berbagai aspek. Tak hanya soal verbal, tapi juga nonverbalnya. Dengan seperti itu, Nick bisa dengan mudah mendapatkan kepercayaan dan keyakinan publik.
         Namun disisi lain, etikanya mendengarkan dan sabar menunggu argument lawannya tersapaikan sebenarnya juga merupakan strategi penting yang dipraktikan Nick. Selain tujuannya untuk menghargai, merasakan (seperti yang dijelaskan sebelumnya), dengan cara seperti ini juga bisa membuat nick mendapatkan informasi yang utuh untuk ia gunakan sebagai data dalam argument yang akan dipakai untuk melawan lawan bicaranya.



Namun dalam hal menggali informasi, skandal yang dilakukan Heather dengan Nick juga perlu diacungi jempol. Dimana demi medapat informasi yang lengkap dan matang, Heather (wartawati cantik yang memikat Nick) rela melakukan hubungan dan meninggalkan Nick setelah tulisan dan datanya lengkap. Ibaratnya, ia mengaktualisasikan ada udang dibalik batu.membuat nick jatuh cinta, rela berhubungan hingga jauh, hanya untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang pelobi hebat, Nick Naylor. Mengikuti keseharian Nick, mendengarkan setiap informasi yang Nick berikan setiap harinya. dan itu semua dimulai dari menggaet kepercayaan Nick kepadanya. Wartawati yang cerdik sekaligus cerdas.
Pada intinya film ini menggambarkan bagaimana seseorang melakukan seni komunikasi untuk saling tikam dan saling bungkam. Komunikasi verbal dan nonverbal sangat dipraktikan Nick dalam menjalankan tugasnya. Penggalian data yang dilakukan nick sangat sederhana. Mulai dari sekedar berdiskusi, Memerhatikan etika komunikasi baik verbal dan nonverbal, rapih sebagai salah satu komunikasi non verbal, kesabaran menunggu momen dan kesabaran mendengarkan, serta merasakan empati simpati dan merasakan seolah kita menjadi diri dari komunikannya, berhasil membuat semua lawan bicaranya dibuat nyaman dalam berkomunikasi dengannya, dan tidak merasa terancam merupakan elemen penting dalam berhasilnya menggaet informasi dan menjadikannya senjata.  Dan itulah yang dilakukan Nick. 
Dalam soal menyajikan informasi dan kepentingan kepada publik,Nick mempraktikannya dengan manis, seperti yang disinggung diatas, ia menyajikan dan menyampaikan informasi dan kepentingan kepada publik, dengan perpaduan yang manis antara kata-kata, dan aura berwibawa. Verbal dan non verbal. (MBT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar