“THANK YOU FOR SMOKING” :
SEBUAH SENI LOBI NEGOSIASI DAN PERSUASI
Thank You For Smoking
adalah sebuah film yang menggambarkan seorang pelobi yang amat kuat dalam
berargumentasi. Bahkan hingga disegani dan ditakuti para lawannya. Film ini menggambarkan
bagaimana seorang pelobi, yang menjadi salah satu praktik kerja seorang humas,
yang menunjukkan loyalitas pada pekerjaannya kendati apa yang ia bela dan lawan
banyak dipertentangkan masyarakat.
Film ini menceritakan tentang
seorang pelobi atau juru bicara yang mewakili perusahaan rokok. Karirnya begitu
mulus bahkan hampir tidak tertandingi. Ide-idenya yang cemerlang terus
mengancam usaha senator untuk menciptakan gambaran yang buruk tentang rokok ke
masyrakat. Hingga sampai suatu hari, ia dilemma soal anaknya. Bagaimanapun,
loyalitas pada perusahaan adalah hal yang penting, namun ia pun tidak rela
melihat anaknya tumbuh dengan kecanduan rokok.
Film Thank You For Smoking
menampilkan Nick Naylor sebagai pelobi yang sehari-harinya mengampanyekan
tantang merokok sekaligus menghantam setiap himbauan sehat tanpa asap rokok
dari senator Amerika. Seni berkomunikasi yang dilakukan Nick sungguh
menjelaskan makna dari “the power of word”.
Dalam menyampaikan argumennya, Nick
jelas harus mengenali berbagai data dan informasi yang dipahami dan dikenali
masyarakat. dengan mengenali dan mngetahui informasi ia bisa dengan mudah
memprediksi pesan dan informasi apa yang kemungkinan publik atau lawan
bicaranya katakan, pikirkan, dan mengasumsikan suatu isu. Sehingga, ketika
sudah mengenali isu dan pola pikir lawannya, Nick bisa dengan mudah menyusun
strategi untuk menguatkan posisi rokok ditengah masyarakat.
Mulai dari strategi yang paling
sederhana, tentang banyak bertukar pikiran dengan kedua rekannya yang mewakili perusahaan
senjata api, Bobby Jay dan juga polly yang bekerja untuk alcohol. Beruntungnya,
mereka bertiga bekerja untuk tiga perusahaan berbeda namun memilki tingkat
ancaman yang serupa. Ketiga industry itu merupakan tiga industry yang dianggap
miring ditengah masyrakat. Dari sana, sedikit banyak, Nick mendapatkan berbagai
informasi dan strategi.
Selain dengan melakukan pencarian
data melalui diskusi, Nick juga sering mendapatkan informasi dan data dengan
cara menunjukkan simpati dan empatinya. Ketika Nick berusaha mempersuasi dan
memberikan argumennya, ia berusaha menjadi diri lawan bicaranya. Berpikir dan
berkata seolah ia juga berada di posisi lawan bicaranya membuat ia dengan mudah
mengenali informasi yang dipikirkan komunikannya.
Sebagai contohnya ketika ia bersama
lelaki Marlboro. Nick berusaha meraasakan apa yang selama ini lelaki itu
rasakan selama bertahun-tahun karena ia menganggap dirinya telah dijebak
perusahaan rokok. Nick menjaga etikanya saat berbicara, menjaga perasaan hingga
memilah kata yang ia rasa tidak akan mengganggu mood dari Lorne Lutch. Setelahnya, ia coba berpikir, bagaimanapun
juga sang koboi adalah manusia normal, dan tidak mungkin akan menolak uang yang
ada dikopernya. Secara mengejutkan Nick Naylor berbicara seolah ia juga simpati
dan merasakan jiwa angkuh dan gengsi yang tak mau di sogok dari seorang Lorne
Lutch, Pria di iklan Marlboro. Sampai ia mempraktikan bagaimana Lorne akan
bertindak, membuang uangnya… dan Lorne menerima uang tersebut, misi Nick
berhasil.
Atau ketika ia menggambarkan rokok
kepada anak-anak. Dimana ia berpikir seperti anak anak dan mengibaratkan rokok
sebagai coklat. Anak-anak yang suka colat jelas akan menjawab tidak ketika
diberitahu orang tuanya bahwa coklat merupakan makanan tidak enak. Sampai
akhirnya merka mencari tahunya sendiri. bahkan ia coba mencengkoki pikiran anak
anak dengan kalimat “jadi, daripada menurut saja (pada orang tua), seperti
halnya merokok, kalian harus cari tahu sendiri”.
Dengan
kepercayaan diri, etika yang ditampilkan dan kekuatan kata-kata yang diucapkan
membuat banyak suara dan opini yang tergiring mengikuti suara dan opini dari
Nick. Etika yang ia perlihatkan ke publik sungguh menarik perhatian dan
menunjukkan wibawa. Ini semakin memperkuat apa yang ikatakan Nick. Seolah
meyakinkan publik bahwa dirinya bukanlah orang sembarangan. Memerhatikan komunikasi
verbal dan nonverbal merupakan kunci sukses Nick selanjutnya. Etika ketika
berdebat dan berkomunikasi ia coba untuk tunjukkan seperti mendengarkan dan
menghargai lawan bicaranya hingga kekuatan aura yang muncul dari komunikasi
nonverbal melalui gaya berpakaian Nick yang rapih. Dimana dengan seperti itu
semakin menguatkan argument Nick Naylor, komposisi yang tepat antara fakta,
pemikiran, data, olah kata, dan aura wibawa.
Dari sana kita dapat melihat bahwa
orang akan nyaman mendengarkan Nick berbicara karena Nick memperhatikan
berbagai aspek. Tak hanya soal verbal, tapi juga nonverbalnya. Dengan seperti
itu, Nick bisa dengan mudah mendapatkan kepercayaan dan keyakinan publik.
Namun
disisi lain, etikanya mendengarkan dan sabar menunggu argument lawannya tersapaikan
sebenarnya juga merupakan strategi penting yang dipraktikan Nick. Selain tujuannya
untuk menghargai, merasakan (seperti yang dijelaskan sebelumnya), dengan cara
seperti ini juga bisa membuat nick mendapatkan informasi yang utuh untuk ia
gunakan sebagai data dalam argument yang akan dipakai untuk melawan lawan
bicaranya.
Namun
dalam hal menggali informasi, skandal yang dilakukan Heather dengan Nick juga perlu
diacungi jempol. Dimana demi medapat informasi yang lengkap dan matang, Heather
(wartawati cantik yang memikat Nick) rela melakukan hubungan dan meninggalkan
Nick setelah tulisan dan datanya lengkap. Ibaratnya, ia mengaktualisasikan ada udang
dibalik batu.membuat nick jatuh cinta, rela berhubungan hingga jauh, hanya
untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang pelobi hebat, Nick Naylor.
Mengikuti keseharian Nick, mendengarkan setiap informasi yang Nick berikan
setiap harinya. dan itu semua dimulai dari menggaet kepercayaan Nick kepadanya.
Wartawati yang cerdik sekaligus cerdas.
Pada
intinya film ini menggambarkan bagaimana seseorang melakukan seni komunikasi untuk
saling tikam dan saling bungkam. Komunikasi verbal dan nonverbal sangat
dipraktikan Nick dalam menjalankan tugasnya. Penggalian data yang dilakukan
nick sangat sederhana. Mulai dari sekedar berdiskusi, Memerhatikan etika
komunikasi baik verbal dan nonverbal, rapih sebagai salah satu komunikasi non
verbal, kesabaran menunggu momen dan kesabaran mendengarkan, serta merasakan
empati simpati dan merasakan seolah kita menjadi diri dari komunikannya,
berhasil membuat semua lawan bicaranya dibuat nyaman dalam berkomunikasi
dengannya, dan tidak merasa terancam merupakan elemen penting dalam berhasilnya
menggaet informasi dan menjadikannya senjata. Dan itulah yang dilakukan Nick.
Dalam soal menyajikan informasi dan kepentingan kepada publik,Nick mempraktikannya dengan manis, seperti yang disinggung diatas, ia menyajikan dan menyampaikan informasi dan kepentingan kepada publik, dengan perpaduan yang manis antara kata-kata, dan aura berwibawa. Verbal dan non verbal. (MBT)
Dalam soal menyajikan informasi dan kepentingan kepada publik,Nick mempraktikannya dengan manis, seperti yang disinggung diatas, ia menyajikan dan menyampaikan informasi dan kepentingan kepada publik, dengan perpaduan yang manis antara kata-kata, dan aura berwibawa. Verbal dan non verbal. (MBT)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar