Selasa, 02 Oktober 2018

VAKSIN DIPERTANYAKAN?

Vaksin Dipertanyakan?

Mengomentari pertanyaan wawancara (Tugas Kuliah Teknik Wawancara)




Dalam darft yang dipertanyakan dalam wawancara tersebut sudah dapat dikategorikan sebgai pertanyaan yang cukup mumpuni. Namun alangkah bainya lebih terfokuskan kepada pertanyaan-pertanyaan yang hanya terfokuskan ke pokok pembahasan, yakni “Vaksin yang dipertanyakan”. Jadi poin-poin yang tidak perlu dibahas seperti apakah penyedia di india yang membuat vaksin itu bersedia bahwa produknya dibedah dan diteliti untuk memastikan keraguan yang terjadi.
                Selanjutnya fokus pembahasan yang dipertanyakan seharusnya memang fokus pada pokok tersebut. Sehingga pertanyaan ideal menurut penlis ialah menanyakan apa penyebab vaksin tersebut diragukan dan dipertanyakan oleh masyarakat, apakah ada atau bagaimana langkah preventif yang dilakukan pihak terkait untuk mencegah penolakan dan pemberontakan tersebut, bagaimana cara bio farma atau penyedia vaksin dalam menangani kasus tersebut, selain alasan pokok tentang permasalahan isu halal apakah ada faktor lain yang menyebabkan vaksin ini dipertanyakan oleh sebagian masyarakat di Indonesia, daerah mana sajakah isu ini berkembang, apa lan

gkah selanjutnya yang diambil pemerintah dalam meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat, dan strategi apa yang dilakukan pemerintah untuk mengembalikan minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi ketika isu halal tersebut sudah terjawab, dan pertanyaan sejenis lainnya yang mendukung pokok masalahnya. Sehingga setelah semua pertanyaan difokuskan “kenapa vaksin tersebut dipertanyakan”, maka akan bermunculan jawaban yang memunculkan pemetaa jawaban tentang jawaban “karena” hingga solusi dan harapan kedepannya.
                Selebihnya pertanyaan tambahan yang diharapkan bisa menjadi penunjang informasi sekitar vaksin tersebut bisa diminimalisir. Seperti pertanyaan yang menyoroti aceh. Dimana menurut penulis cukup saja dipertanyaka seperti daerah mana yang dirasa paling besar mengahdapi penolakan dan keraguan, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya? Sehingga hal tersebut tidak terlalu menjurus terhadap suatu daerah, biarkan narasumber yang pada akhirnya mengarahkan jawabannya terhadap suatu daerah tertentu, sehingga pewawancara tetap terlihat netral tanpa terkesan memojokkan daerah tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar